Search

Masalah yang Sering Terjadi Pada Genset, dan Cara Mengatasinya

Updated: Feb 24

tekadang banyak sekali masalah di dalam genset yang orang awam tidak mengetahui masalahnya dimana, sehingga mereka pun akan bingung untuk mengatasinya, di dalam artikel ini saya akan sharing tentang bagaimana cara mengatasi masalah - masalah yang terjadi di engine genset.

sebelum kita masuk ke pembahasan lebih dalam anda harus mengetahui terlebih dahulu apa si itu engine pada genset.

Engine Genset merupakan komponen utama dari Generator Set atau Genset. Mesin merupakan sumber energi input mekanis untuk generator. Ada beberapa bahan bakar yang digunakan agar mesin generator bisa beroperasi, diantaranya bensin, gas, atau diesel (solar). Bensin biasa digunakan di generator dengan kapasitas kecil sedangkan gas dan diesel biasanya digunakan di generator dengan kapasitas besar.



sistem start pada engine genset juga terbagi menjadi tiga macam yaitu Manual, Electrikal,Kompresi


Sistem Start Manual

Sistem ini dipakai oleh mesin diesel yang memiliki daya sedang yaitu < 500 PK. Sistem ini menggunakan motor DC dengan suplai listrik dari baterai/accu 12 atau 24 volt untuk menstart diesel. Saat start, motor DC mendapat suplai listrik dari baterai atau accu dan menghasilkan torsi yang dipakai untuk menggerakkan diesel sampai mencapai putaran tertentu.

Baterai atau accu yang dipakai harus dapat dipakai untuk menstart sebanyak 6 kali tanpa diisi kembali, karena arus start yang dibutuhkan motor DC cukup besar maka dipakai dinamo yang berfungsi sebagai generator DC. Pengisian ulang baterai atau accu digunakan alat bantu berupa battery charger dan pengaman tegangan. Pada saat diesel tidak bekerja maka battery charger mendapat suplai listrik dari PLN, sedangkan pada saat diesel bekerja maka suplai dari battery charger didapat dari generator.

Fungsi dari pengaman tegangan adalah untuk memonitor tegangan baterai atau accu. Sehingga apabila tegangan dari baterai atau accu sudah mencapai 12/24 volt, yang merupakan tegangan standarnya, maka hubungan antara battery charger dengan baterai atau accu akan diputus oleh pengaman tegangan.


Sistem Start Electrikal

Sistem ini dipakai oleh mesin diesel yang memiliki daya sedang yaitu < 500 PK. Sistem ini menggunakan motor DC dengan suplai listrik dari baterai/accu 12 atau 24 volt untuk menstart diesel. Saat start, motor DC mendapat suplai listrik dari baterai atau accu dan menghasilkan torsi yang dipakai untuk menggerakkan diesel sampai mencapai putaran tertentu. Baterai atau accu yang dipakai harus dapat dipakai untuk menstart sebanyak 6 kali tanpa diisi kembali, karena arus start yang dibutuhkan motor DC cukup besar maka dipakai dinamo yang berfungsi sebagai generator DC.

Pengisian ulang baterai atau accu digunakan alat bantu berupa battery charger dan pengaman tegangan. Pada saat diesel tidak bekerja maka battery charger mendapat suplai listrik dari PLN, sedangkan pada saat diesel bekerja maka suplai dari battery charger didapat dari generator. Fungsi dari pengaman tegangan adalah untuk memonitor tegangan baterai atau accu. Sehingga apabila tegangan dari baterai atau accu sudah mencapai 12/24 volt, yang merupakan tegangan standarnya, maka hubungan antara battery charger dengan baterai atau accu akan diputus oleh pengaman tegangan.


Sistem Start Kompresi

Sistem start ini dipakai oleh diesel yang memiliki daya besar yaitu > 500 PK. Sistem ini memakai motor dengan udara bertekanan tinggi untuk start dari mesin diesel. Cara kerjanya yaitu dengan menyimpan udara ke dalam suatu botol udara. Kemudian udara tersebut dikompresi sehingga menjadi udara panas dan bahan bakar solar dimasukkan ke dalam Fuel Injection Pump serta disemprotkan lewat nozzle dengan tekanan tinggi. Akibatnya akan terjadi pengkabutan dan pembakaran di ruang bakar. Pada saat tekanan di dalam tabung turun sampai batas minimum yang ditentukan, maka kompressor akan secara otomatis menaikkan tekanan udara di dalam tabung hingga tekanan dalam tabung mencukupi dan siap dipakai untuk melakukan starting mesin diesel.

dalam genset masalah akan selalu ada tanpa kita duga - duga hanya sedikit genset yang mempunyai masalah,


masalah apa si masalah yang ada di engine genset ?


1. terjadinya masuk angin

masalah ini sering sekali terjadi pada engine genset sehingga membuat mesin itu sendiri mati, mungkin anda yang sudah sering mengalami kondisi ini

tau bagaimana cara mengatasinya tetapi mereka yang belum mengerti pasti bertanya - tanya cara mengatasinya.

ok cara mengatasinya ada beberapa tahap yang harus anda lakukan.

  • buka nozel yang berada pada di injection setelah itu tekan hand pump berkali-kali apakah ada gelembung yang keluar atau tidak, jika tidak ada maka di bagian nozel aman.

  • buka baut pada bagian selang output solat setelah itu lakukan lagi memompa dengan menekan hand pump berkali-kali hingga kita mengetahui bahwa ada gelembung atau tidak. jika tidak maka selang output solar aman.

  • buka baut pada filter solat dan lakukan kembali cara di atas hingga kita tau hasilnya

setelah kita melakukan cara di atas maka anda akan tau masalahnya dimana, ketika anda mengetahui problemnya dimana ( gelembung angin berada ) maka anda harus terus memompa hand pump hingga gelembung itu hilang.


2. Aki rusak

masalah berikutnya yang sering terjadi di bagian genset yang sebenarnya kita anggap itu sepeleh untuk di bahas tetapi kenyatanyaan memang masalah ini lah yang sering terjadi pada engine genset yang membuat genset tidak hidup, penyebabnya hanya satu di swite aki yanng terkadang anda teledor untuk menutup atau membukanya ada beberapa yang harus anda ketahui bahwa swite aki bisa anda buka ketika genset tersebut terkonek pada panel ats dan ketika genset anda tidak terkonek pada panel maka sebaiknya tutup lah swite aki tersebuh sehingga aki tidak menangkap energi yang besar.


3. Air Radiator Kering atau Habis

Jika genset sering dipakai, pastikan Anda melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap air radiator, jangan biarkan air radiator kering atau habis dan segera tambahkan dengan air bersih kembali jika volume airnya berkurang.


4. Minyak Pelumas Kering atau Habis

Bukan hanya air radiator saja yang perlu dicek secara rutin, tetapi juga minyak pelumas yang ada pada mesin genset. Mesin pelumas pada mesin genset berfungsi untuk mencegah mesin atau pun mengurangi keausan mesin yang disebabkan oleh gesekan secara langsung antara permukaan logam yang bergerak terus-menerus.


5. Tali Kipas Putus

Di dalam genset terdapat tali kipas yang terpasang untuk menghubungkan antara putaran mesin dengan kipas radiator itu sendiri. Jika tali kipas terputus, maka kipas radiator tidak akan berputar dan tidak ada angin yang mampu mendorong panas untuk keluar dari radiator mesin.


6. Tutup Radiator Rusak

Bagian tutup radiator pada genset memiliki peran yang penting. Jika tutup radiator mengalami masalah, maka tekanan udara yang berada di dalam radiator akan berkurang sedikit demi sedikit karena udara yang bocor. Dengan begitu, titik didih air radiator akan menurun dan cepat menguap sehingga tidak dapat mendinginkan mesin dengan baik.


183 views